1. GERMAS AKTIFA
Adanya perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern yang disebut Sedentary lifestyle ditandai dengan minimnya aktivitas fisik dan banyaknya waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk atau berbaring, menjadikan masyarakat lebih nyaman didalam rumah serta lingkungan perkotaan yang mendukung perilaku modern dengan akses lebih mudah membuat masyarakat enggan melakukan aktivitas fisik dengan jenis latihan fisik dan olahraga.
Sejalan dengan hasil survei mawas diri tahun 2022 akhir, menunjukkan hasil keluarga melakukan aktifitas fisik secara rutin mengalami penurunan dengan rata-rata yaitu sebesar 59.5% di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik I. Maka untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, dilakukan intervensi kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS).
Gerakan Masyarakat hidup sehat (GERMAS) biasanya diadakan untuk kegiatan kampanye dalam sekala besar, namun pada GERMAS AKTIFA ini berfokus pada tingkat padukuhan/RT/RW dan posyandu. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dengan Aktivitas Fisik bersama Gliksa (GERMAS AKTIFA) adalah kegiatan inovasi dari Puskesmas Ngaglik I yang berfokus pada pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kader kesehatan, organisasi masyarakat, dan sektor pemerintahan.
Kegiatan ini dimulai dengan Aktivitas Fisik bersama gliksa (Aktifa), Makan Buah Bersama (Mabar), Pemeriksaan Skrining Kesehatan (Persik). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Melalui kegiatan rutin yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, GERMAS AKTIFA berupaya membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan.

GERMAS AKTIFA juga menciptakan sistem monitoring dan evaluasi yang efektif, menggunakan Kartu Germas Aktifa (K Gem-A) sebagai alat untuk menilai keberhasilan program. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya untuk mengimplementasikan program serupa, sehingga upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara luas dan berkelanjutan. Pada K Gem-A terdapat fitur barcode yang bisa diakses oleh pengguna untuk mengetahui berbagai jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan dirumah dan juga akses untuk monitoring secara daring. Dengan demikian, GERMAS AKTIFA tidak hanya menjawab tantangan kesehatan saat ini, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif di masa yang akan datang.
2. PIN BU DIAN
PIN BU DIAN (Pemberian INformasi Beyond Used Date untuk konsumsI ObAt amaN) merupakan salah satu inovasi di Puskesmas Ngaglik I di bidang farmasi. Awal terbentuknya PIN BU DIAN ini karena masih dijumpai beberapa orang yang masih menyimpan obat racikan atau sirup selama berbulan-bulan. selain itu masih banyak juga yang tidak mengetahui apa itu BUD (beyond used date) dan apa perbedaannya dengan ED (expired date). Mereka beranggapan bahwa setelah segel obat dibuka, obat masih bisa digunakan sampai batas waktu yang tertera dalam kemasan (expired obat).PIN BU DIAN ini berupa kegiatan penyeluhan kepada kader, pemberian leaflet kepada pasien, dan pemberian waktu BUD pada obat yang akan diberikan kepada pasien. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai batas waktu penyimpanan obat sehingga didapatkan penggunaan obat yang aman dan efektif pada masyarakat.

3. ACIL
ACIL atau Anak sehat cinta lingkungan merupakan salah satu wadah pemberdayaan masyarakat yang melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan untuk peduli lingkungan sekitar. Asal mula dibentuknya ACIL adalah beberapa permasalahan kesehatan yang muncul diantaranya adalah meningkatnya kasus demam berdarah, hasil pemantauan angka bebas jentik yang rendah serta berkembang lagi kepada permasalahan sampah. Inisiator dari terbentuknya ACIL ini adalah masyarakat, dimana ada tokoh masyarakat yang merupakan aktivis peduli lingkungan. Sehingga kegiatan dari anak-anak yang tergabung dalam ACIL ini dapat bervariasi seperti pemberantasan jentik berkala (PJB), pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan berkembang kepada mengajak untuk peduli sampah, diantaranya pemanfaatan sampah menjadi barang yang produktif.
4. RAKOMSI
Rakomsi atau Ruang komando hipertensi Rakomsi yaitu Program terpadu penanggulangan hipertensi lintas program dan lintas sektor. dimana dalam penanganan hipertensi ini perlu data yang akurat dan terpadu pada pelaksanaan intervensinya. Dimana inisiator dalam pembentukan inovasi ini adalah Kepala Puskesmas Ngaglik I yang bertanggung jawab langsung sebagai pembina di Puskesmas dan koordinator RAKOMSI pada forum lintas sektoral.

