
Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. Polio dapat menyerang pada usia berapa pun, tetapi polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.
Gejala, Tanda dan Masa Inkubasi
Masa inkubasi virus polio biasanya memakan waktu 3-6 hari, dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari.
Kebanyakan orang terinfeksi (90%) tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Pada kondisi lain, gejala awal yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.
Adapun gejala Penderita polio dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
- Polio non-paralisis dapat menyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit
- Polio paralisis menyebabkan sakit kepala, demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.
- Sindrom pasca-polio menyebabkan sulit bernapas atau menelan, sulit berkonsentrasi, lemah otot, depresi, gangguan tidur dengan kesulitan bernapas, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.
Cara Transmisi (Penularan)
Polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi virus polio liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. Ini kemudian dibuang ke lingkungan melalui faeces di mana ia dapat menyebar dengan cepat melalui komunitas, terutama dalam situasi kebersihan dan sanitasi yang buruk. Virus tidak akan rentan menginfeksi dan mati bila seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap terhadap polio. Polio dapat menyebar ketika makanan atau minuman terkontaminasi oleh feses. Ada juga bukti bahwa lalat dapat secara pasif memindahkan virus polio dari feses ke makanan. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus polio tidak memiliki tanda-tanda penyakit dan tidak pernah sadar bahwa mereka telah terinfeksi. Orang-orang tanpa gejala ini membawa virus dalam usus mereka dan dapat “diam-diam” menyebarkan infeksi ke ribuan orang lain. (Dikutip dari https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/poliomyelitis-penyakit-virus-polio)
Pada bulan Desember 2023 telah ditemukan 3 anak positif Polio di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisi anak tersebut mengalami kelumpuhan pada kakinya. Temuan kasus ini dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa Polio (KLB Polio) dan perlu segera dihentikan penularannya dengan upaya berupa kegiatan pemberian imunisasi tambahan tetes polio massal yang dinamakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kabupaten Sleman DIY.
Polio tidak dapat diobat, tapi Polio dapat dicegah dengan imunisasi.
Selain itu yuk terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan :
1. Tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan
2. Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir
3. Memasak Makanan dan Minuman sampai Matang
4. Tidak Membuang Diapers Bekar Pakai Sembarangan
Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio untuk memutus rantai penularan penyakit Polio hanya dengan 2 tetes saja pada tanggal 15 Januari 2024 sampai 20 Januari 2024 untuk putaran pertama dan 19 Februari 2024 sampai 23 Februari 2024 untuk putaran kedua.Berikut ini adalah jadwal pelaksanaan putaran pertama Sub PIN Polio di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik I :



