Waspada Penyakit DBD, Cegah dan Kendalikan Sejak Dini!!

Musim hujan atau peralihan musim seperti sekarang ini sangatlah rentan dengan kejadian penyakit demam berdarah. Demam berdarah dengue (DBD) atau biasa juga dikenal sebagai dengue hemoragic fever (DHF) disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang di daerah tropis dan subtropics. Secara umum, Infeksi virus dengue ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam merah pada kulit dan nyeri pada otot. Spektrum penyakit dapat menyebabkan pendarahan yang parah, tekanan darah menurun drastis, dan menyebabkan kematian

Demam berdarah dengue menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, hingga 20 Februari 2022 jumlah kasus DBD kumulatif di Indonesia tercatat sebanyak 13.776 kasus DBD. Sementara jumlah kematian akibat DBD sebanyak 145 kasus dengan CFR 1,05%. Di kabupaten sleman, jumlah kasus DBD mencapai 161 kasus yang tersebar di beberapa kapanewon dengan 1 kematian (CFR 0,62%). Puskesmas Ngaglik 1 menjadi salah satu wilayah yang masih endemis terhadap penyakit DBD dimana tren kasusnya fluktuatif (naik turun) setiap tahunnya yaitu tahun 2018 (6 kasus), 2019 (46 kasus), tahun 2020 (89 kasus), 2021 (15 kasus), dan tahun 2022 sampai dengan bulan Juni terdapat 12 kasus baik suspek maupun kasus terkonfirmasi DBD. Sebagian besar kenaikan kasus DBD terjadi di semester 1 (Januari-Juni) yang dapat dilihat pada grafik pola maksimum dan minimum di bawah ini :

Sumber: Data surveilens epidemiologi penyakit DBD Puskesmas Ngaglik 1

Dari grafik di atas, menunjukkan bahwa kasus DBD dari bulan Januari-Mei yang diamati pada tahun 2022 tidak ada yang melebihi batas maksimum, Artinya, jumlah kasus DBD yang tercatat dari bulan Januari-Mei masih dalam batas normal dan tidak ada yang mengindikasikan terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Meski demikian, apabila diamati lebih lanjut setiap bulan kasus DBD masih ada yang dilaporkan dan rata-rata kasus terbanyak terdapat pada semester 1 antara bulan Januari-Juni yang mana bulan tersebut merupakan musim penghujan. Musim penghujan masih menjadi pengaruh yang besar terhadap terjadinya kasus DBD, hal ini dikarenakan selama musim hujan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aygepti semakin banyak terutama area perindukan di area luar rumah.

Saat ini, kabupaten Sleman telah menerapkan program Si Wolly Nyaman dengan meletakkan ember dengan jentik nyamuk berwolbachia, untuk mengendalikan penyebaran nyamuk pembawa virus dengue. Dampak dari program tersebut, angka kasus DBD sudah mulai menurun. Meskipun saat ini terdapat program Si Wolly Nyaman yang manjadi program inovasi tambahan dalam pengendalian dan pencegahan DBD, kegiatan pokok dalam pemberantasan penyakit seperti PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dengan metode 3M Plus masih tetap harus dilakukan karena kunci dari keberhasilan pemberantasan DBD berawal dari kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

PSN adalah sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus meliputi:

  1. Menguras/ membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan mlain-lain.
  2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  3. Menggunakan kelambu saat tidur
  4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain- lain.
Pemberantasan Sarang Nyamuk/ PSN di Lingkungan Rumah
Pemberantasan Sarang Nyamuk/ PSN di Bak Mandi

Penulis : Beni Setya Anjani, S.KM


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *